Rabu, 08 April 2015

Karena pada akhirnya, segalanya akan....terlewatkan.

Aku tak percaya, sungguh rasanya seperti...entah apalah namanya. Menjalani hidup selama 18 tahun 6 bulan 3 minggu 6 hari membuatku mengerti beberapa hal. Salah satunya adalah pada akhirnya segala apa yang pernah dilalui akan terlewatkan. Terlewatkan... maksudku, ya semuanya akan berlalu, begitu saja. Aku pernah berpikir... mungkin, seandainya aku punya sahabat seperti doraemon yang mempunyai mesin waktu yang dapat membuat nobita dan teman-temannya pergi ke masa yang berbeda. Ya, aku berpikir untuk pergi ke masa lalu. Merasakan kembali berbagai kesenangan yang pernah terjadi. Mendapatkan kembali tawa riang yang pernah ku lepaskan dengan bebas. Mendapat pelukan hangat dan cinta tulus dari mereka yang begitu amat mencintaiku. Mendapatkan lebih banyak waktu bersama mereka, dan yang terpenting adalah memperbaiki segala kesalahan yang pernah dilakukan. Aku tahu, semua orang pun tahu hal itu tidak akan pernah terjadi. Apa ? kembali kemasa lalu ? aku rasa banyak sekali manusia yang menginginkan hal itu. Benarkan ? karena penyesalan selalu terjadi setelahnya.
Waktu berlalu begitu saja. Masa ke masa telah aku lewati. Kemudian aku berpikir... mengapa tidak pergi saja ke masa depan ? bukankan sungguh tak berguna menyesali apa yang sudah terjadi ? Andai aku bisa ke masa depan setidaknya aku bisa tahu apa yang akan terjadi padaku dengan segala yang aku lakukan saat ini. Ya, setidaknya jika terjadi kesalahan aku akan memperbaikinya sekarang, bukan yang telah berlalu. Hahaha... lucu sekali bukan ? aku bahkan terlihat lebih bodoh. Setiap orang juga pasti menginginkan hal itu. Mereka akan tidak akan pernah menyianyiakan masa sekarang jika tahu akan apa yang terjadi didepan. Tak begitu banyak usaha. Lalu aku sadar, hanya sebuah harapan kosong tak berarti.
Dalam hidup kita akan melewati banyak hal. Kegembiran, kesedihan, jatuh cinta, cinta sejati, dan sebuah arti kehilangan. Aku pernah merasa itu, dan yakin semua orang pernah merasakannya. Cinta sejati ? cinta sejati yang aku maksud lebih pada cinta yang tulus yang pernah didapat atau yang pernah aku berikan. Aku pernah kehilangan, kehilangan sesuatu bagian dari diriku, bagian dari hidupku. Semua hancur. Masa-masa sulit yang pernah aku lalui. Ya, yang PERNAH DILALUI, semuanya telah berlalu. Semua yang telah berlalu akan berganti, berputar mengiringi setiap langkah dalam hidup ini. Pernah dengar ? "Semua yang terjadi tidak akan pernah terulang sama persis seperti yang sebelumnya kita jalanin." Aku juga pernah mengalami itu. Dengan orang yang sama, topik yang sama, tempat yang sama atau pun cara yang sama, semua tak akan pernah terjadi sama persis seperti yang lalu. Kemudian aku belajar satu hal, untuk hidup yang entah sampai kapan ini, dan untuk hidup yang entah apa saja yang terjadi kita akan melewati banyak masa. Karena pada akhirnya, semua yang pernah kita lewati akan TERLEWATKAN. Aku tak bisa berharap kembali pada masa lalu, itu sungguh menyakitkan, karena berarti kita akan kembali melewati masa ini setelahnya. Melelahkan. Aku juga tak bisa berharap maju ke masa depan. Itu berarti aku juga akan melewatkan sesuatu yang belum aku alami. Bukankah seharusnya kita merasakan apa itu sebelum melewatkannya. Tidak, aku tidak bisa berharap pergi ke masa depan. Aku akan tetap dimasa ini. menghadapi segala penyesalan masa lalu, memperbaiki segala kesalahan masa lalu, dan berusaha demi masa depan, serta menikmati apa yang akan terjadi hari ini, esok, atau hari dimana masa ini belum TERLEWATKAN.

N.M.N.